BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam
pembicaraan tentang sintaksis, bidang yang menjadi lahannya adalah unit bahasa
berupa kalimat, klausa dan frase.
Manusia
dalam bertutur sapa, berkisah, atau segala sesuatu yang dapat dikatakan sebagai
berbahasa, selalu memunculkan kalimat-kalimat yang diirangkai, dijalin
sedemikian rupa, sehingga berfungsi optimal bagi si penutur dalam upaya
mengembangkan akal budinya dan memelihara kerjasamanya dengan orang lain.
Supaya
kalimat yang dibuat dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat, unsur
kalimat-kalimat yang digunakan harus lengkap dan eksplisit. Artinya,
unsur-unsur kalimat seharusnya ada yang tidak boleh dihilangkan. Sebaliknya,
unsur-unsur yang seharusnya tidak ada tidak perlu dimunculkan. Kelengkapan dan
keeksplisitan semacam itu dapat diukur berdasarkan keperluan komunikasi dan
kesesuaiannya dengan kaidah (Mustakim, 1994:86).
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
pengertian kalimat?
2. Apa
yang dimaksud kalimat efektif?
3. Apa
saja ciri-ciri kalimat efektif?
4. Apa
saja pola kesalahan dalam membentuk kalimat efektif?
C. Tujuan
Pembahasan Masalah
1. Dapat
menjelaskan pengertian kalimat
2. Dapat
memahami kalimat efektif
3. Dapat
mengetahui ciri - ciri kalimat efektif
4. Dapat
mengetahui pola kesalahan dalam membentuk kalimat efektif
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kalimat
(1984:156) mendefinisikan kalimat sebagai
salah satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan,
sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah lengkap.
Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia
(1988) menyatakan bahwa kalimat merupakan bagian terkecil ujaran atau teks
(wacana) yang mengungkapkan pikiran utuh secara ketatabahasaan.
Sosok kalimat tampak dalam dua
wujud, yaitu lisan dan tulisan. Dalam wujud lisan, kalimat diiringi oleh alunan
titinada, diwarnai oleh kekerasan dan kelembutan tekanan, disela oleh jeda,
diakhiri oleh intonasi selesai dan diikuti oleh kesenyapan. Dalam wujud
tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik,
tanda tanya atau tanda seru.
Kalimat lisan merupakan wujud primer
dari bahasa sedangkan kalimat tertulis merupakan derivasi dari wujud primer
tersebut yang tentu saja tidak mampu
mencerminkan keseluruhan wujudnya.
B. Kalimat Efektif
Kalimat
efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat
dan dapat dipahami secara tepat pula (BPBI, 2003:91). Definisi kalimat efektif
juga diungkapkan oleh Badudu (1995) Kalimat efektif ialah kalimat yang baik
karena apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh pembaca (penulis dalam bahasa
tulis) dapat diterima dan dipahami oleh pendengar (pembaca dalam bahasa tulis)
sama benar dengan apa yang dipikirkan atau dirasakan oleh penutur atau penulis.
Selain itu, Badudu (1989:36) juga berpendapat, “sebuah kalimat dapat efektif
apabila mencapai sasaran dengan baik sebagai alat komunikasi.”
Secara
garis besar, ada dua syarat kalimat efektif, yaitu
1.
Syarat awal yang meliputi pemilihan
kata atau diksi dan penggunaan ejaan,
2.
Syarat utama yang meliputi struktur
kalimat efektif dan ciri kalimat efektif
Keraf (1984: 36) berpendapat, kalimat efektif tidak hanya sanggup memenuhi
kaidah-kaidah atau pola-pola sintaksis, tetapi juga harus mencakup beberapa
aspek lainnya yang meliputi, sebagai berikut:
a.
Penulisan secara aktif sejumlah
perbendaharaan kata (kosakata) bahasa tersebut,
b.
Penguasaan kaidah-kaidah sintaksis bahasa itu
secara aktif,
c.
Kemampuan mencantumkan gaya yang
paling cocok untuk menyampaikan gagasan-gagasan,
d.
Tingkat penalaran (logika) yang
dimiliki seseorang.
C. Ciri Kalimat Efektif
a. Kesepadanan
Suatu
kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu unsur subjek (S),
predikat (P), objek (O), keterangan (K). Di dalam kalimat efektif harus
memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Budi (S) pergi (P) ke kampus (KT).
Tidak Menjamakkan Subjek
Contoh:
Tomi pergi ke kampus, kemudian Tomi pergi ke perpustakaan (tidak efektif)
Tomi pergi ke kampus, kemudian ke perpustakaan (efektif)
b. Kecermatan
Dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan
sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda).
Contoh:
Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (ambigu dan
tidak efektif).
Mahasiswa
yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (efektif).
c.
Kehematan
Kehematan
dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap
tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa. Hal ini dikarenakan,
penggunaan kata yang berlebih akan mengaburkan maksud kalimat. Untuk itu, ada
beberapa kriteria yang perlu diperhatikan untuk dapat melakukan penghematan,
yaitu:
a.Menghilangkan
pengulangan subjek.
b.Menghindarkan pemakaian
superordinat pada hiponimi kata.
c.Menghindarkan
kesinoniman dalam satu kalimat.
d. Tidak menjamakkan kata-kata yang
berbentuk jamak.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku.
(tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
Dia sudah menunggumu sejak dari
pagi. (tidak efektif)
Dia sudah menunggumu sejak pagi. (efektif)
d. Kelogisan
Kelogisan ialah bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan
penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Hubungan unsur-unsur dalam kalimat
harus memiliki hubungan yang logis/masuk akal.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami
teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami
teruskan acara ini. (efektif)
e. Kesatuan
atau Kepaduan
Kesatuan atau kepaduan di sini
maksudnya adalah kepaduan pernyataan dalam kalimat itu, sehingga informasi yang
disampaikannya tidak terpecah-pecah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan
untuk menciptakan kepaduan kalimat, yaitu:
a Kalimat yang padu tidak bertele-tele
dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak simetris.
b. Kalimat yang padu mempergunakan pola
aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat
pasif persona.
c. Kalimat yang padu tidak perlu
menyisipkan sebuah kata seperti daripada
atau tentang antara predikat
kata kerja dan objek penderita.
Contoh:
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur meninggalkan rasa
kemanusiaan itu. (tidak efektif)
Kita harus mengembalikan kepribadian orang-orang kota yang sudah meninggalkan
rasa kemanusiaan. (efektif)
Makalah ini membahas tentang teknologi fiber optik. (tidak efektif)
Makalah ini membahas teknologi fiber
optik. (efektif)
f. Keparalelan
atau Kesajajaran
Keparalelan atau kesejajaran adalah
kesamaan bentuk kata atau imbuhan yang digunakan dalam kalimat itu. Jika
pertama menggunakan verba, bentuk kedua juga menggunakan verba. Jika kalimat
pertama menggunakan kata kerja berimbuhan me-, maka kalimat berikutnya harus
menggunakan kata kerja berimbuhan me- juga.
Contoh:
Kakak menolong anak itu dengan dipapahnya
ke pinggir jalan. (tidak efektif)
Kakak menolong anak itu dengan memapahnya
ke pinggir jalan. (efektif)
Anak itu ditolong kakak dengan dipapahnya ke pinggir jalan. (efektif)
Harga sembako dibekukan atau kenaikan secara luwes. (tidak efektif)
Harga sembako dibekukan atau dinaikkan
secara luwes. (efektif)
g. Ketegasan
Ketegasan atau penekanan ialah suatu
perlakuan penonjolan terhadap ide pokok dari kalimat. Untuk membentuk penekanan
dalam suatu kalimat, ada beberapa cara, yaitu:
a.
Meletakkan kata yang ditonjolkan itu
di depan kalimat (di awal kalimat).
Contoh:
Harapan kami adalah agar soal ini dapat kita bicarakan lagi pada kesempatan
lain.
Pada kesempatan lain, kami berharap
kita dapat membicarakan lagi soal ini. (ketegasan) Presiden mengharapkan agar rakyat
membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Harapan presiden ialah agar rakyat
membangun bangsa dan negaranya. (ketegasan)
b.
Membuat urutan kata yang bertahap.
Contoh:
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah
disumbangkan kepada anak-anak terlantar. (salah)
Bukan
seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan
kepada anak-anak terlantar. (benar)
c.
Melakukan pengulangan kata
(repetisi).
Contoh:
Cerita itu begitu menarik, cerita itu sangat mengharukan.
d.
Melakukan pertentangan terhadap ide
yang ditonjolkan.
Contoh:
Anak itu bodoh, tetapi pintar.
e.
Mempergunakan partikel penekanan
(penegasan), seperti: partikel –lah, -pun, dan –kah.
Contoh:
Dapatkah mereka mengerti maksud
perkataanku?
Dialah yang harus bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas ini.
4. Pola Kesalahan dalam Membentuk
Kalimat Efektif
Berikut ini akan disampaikan
beberapa pola kesalahan yang umum terjadi dalam penulisan serta perbaikannya
agar menjadi kalimat yang efektif.
a. Penggunaan
dua kata yang sama artinya dalam sebuah kalimat :
-
Sejak dari usia delapan tauh ia
telah ditinggalkan ayahnya.
(Sejak usia delapan tahun ia telah
ditinggalkan ayahnya.)
-
Hal itu disebabkan karena
perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.
(Hal itu disebabkan perilakunya sendiri yang kurang menyenangkan.
-
Ayahku rajin bekerja agar supaya
dapat mencukupi kebutuhan hidup.
(Ayahku rajin bekerja agar dapat
memenuhi kebutuhan hidup.)
-
Pada era zaman modern ini teknologi
berkembang sangat pesat.
(Pada zaman modern ini teknologi
berkembang sangat pesat.)
-
Berbuat baik kepada orang lain
adalah merupakan tindakan terpuji.
(Berbuat baik kepada orang lain
merupakan tindakan terpuji.)
b. Penggunaan
kata berlebih yang ‘mengganggu’ struktur kalimat :
-
Menurut berita yang saya dengar
mengabarkan bahwa kurikulum akan segera diubah.
-
(Berita yang saya dengar mengabarkan
bahwa kurikulum akan segera diubah / Menurut berita yang saya dengar, kurikulum
akan segera diubah).
-
Kepada yang bersalah harus dijatuhi
hukuman setimpal.
(Yang bersalah harus dijatuhi
hukuman setimpal.)
c. Penggunaan
imbuhan yang kacau :
-
Yang meminjam buku di perpustakaan
harap dikembalikan.
(Yang meminjam buku di perpustakaan
harap mengembalikan. / Buku yang dipinjam dari perpustakaan harap dikembalikan)
-
Ia diperingati oleh kepala sekolah
agar tidak mengulangi perbuatannya.
(Ia diperingatkan oleh kepala
sekolah agar tidak mengulangi perbuatannya.)
-
Operasi yang dijalankan Reagan
memberi dampak buruk.
(Oparasi yang dijalani Reagan
berdampak buruk)
-
Dalam pelajaran BI mengajarkan juga
teori apresiasi puisi.
(Dalam pelajaran BI diajarkan juga
teori apresiasi puisi. / Pelajaran BI mengajarkan juga apresiasi puisi.)
BAB
III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Berdasarkan pengertian-pengertian
tentang kalimat efektif, dapat disimpulkan bahwa kailmat efektif adalah kalimat
yang memiliki kekuatan atau kemampuan untuk menimbulkan kembali gagasan-gagasan
pada pikiran pendengar atau pembaca.
Namun, pengertian kalimat efektif yang
dijelaskan di atas berarti hal terpenting dalam tulisan adalah dapat diterima
atau dimengertinya sebuah kalimat oleh pembaca tanpa menggunakan kaidah bahasa
yang baik dan benar.
Padahal, terdapat perbedaan
penggunaan bahasa tulisan dan bahasa lisan. Bahasa tulisan harus menggunakan
bahasa yang baik dan benar agar dapat mudah diterima dan dimengerti oleh
pembaca.
Didalam materi makalah ini
menyangkut tentang kalimat efektif karena kalimat efektif adalah kalimat yang
mampu menyampaikan pikiran dan perasaan penulis atau pembicaraan dengan jelas
kepada pembaca atau pendengar. Dan kalimat efektif juga terbagi atas
unsur-unsur penting yang ada dalam kalimat tersebut adalah merupakan kemampuan
struktur bahasa dalam mendukung gagasan/ide yang dikandung kalimatnya.
B. SARAN
Pemahaman tentang penggunaan kalimat
efektif bahasa Indonesia bagi pendidik, selain dapat menjadi bekal dalam
pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari juga
dapat bermanfaat dalam pembinaan kemampuan berbahasa siswa. Sehingga, materi
ini harus benar-benar dikuasai dan dipahami.
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji
syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas segala limpahan rahmat dan
karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini yang
berjudul: “KALIMAT EFEKTIF” pada mata pelajaran “Bahasa Indonesia”.
Penulis menyadari bahwa
didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa
dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak untuk itu dalam kesempatan ini
penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa
dalam proses penulisan makalah ini masih dari jauh dari kesempurnaan baik
materi maupun cara penulisannya. Namun demikian, penulis telah berupaya dengan
segala kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki sehingga dapat selesai dengan
baik dan oleh karenanya, penulis dengan rendah hati dan dengan tangan terbuka
menerima masukan, saran dan usul guna penyempurnaan makalah ini.
Akhirnya penulis berharap
semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca umumnya dan khususnya
bagi penulis.
Menes, 28 Februari 2012
Penulis
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR .................................................................................. i
DAFTAR
ISI.................................................................................................. ii
BAB
I PENDAHULUAN.............................................................................. 1
A. Latar
belakang ..................................................................................... 1
B. Rumusan
masalah................................................................................. 1
C.
Tujuan Pembahasan Masalah................................................................ 1
BAB
II PEMBAHASAN............................................................................... 2
A. Pengertian
kalimat................................................................................ 2
B. Kalimat
efektif..................................................................................... 2
C. Ciri
Kalimat Efektif.............................................................................. 3
BAB
III PENUTUP....................................................................................... 8
A. Kesimpulan........................................................................................... 8
B. Saran..................................................................................................... 8
DAFTAR
PUSTAKA
MAKALAH
KALIMAT EFEKTIF
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas ujian akhir nasional
Mata
Pelajaran “Bahasa Indonesia”
Disusun
Oleh :
Nama
:
1. Inda mahfudzoh
2. Dini wahyuningtyas
3. Ika liyawati
MADRASAH TSANAWIYAH
MALNU PUSAT MENES
2011-2012
DAFTAR
PUSTAKA
Keraf, Gorys. 1982. Tatabahasa
Indonesia. EndeFlores: Nusa Indah
Depdikbud.
1988. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.